LEBAK – Bikin resah! Antrean kendaraan tronton indeks 24 bermuatan tanah disebut mengular hingga kiloan meter di Jalan Raya Cipanas, tepatnya kawasan Narimbang, Kabupaten Lebak.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena kendaraan berat yang mengantre panjang dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya, terutama pengendara roda dua.
Warga mempertanyakan pengawasan dan penertiban dari aparat lalu lintas. Pasalnya, menurut keluhan warga, antrean kendaraan tronton tersebut hampir terjadi setiap malam.
.
“Ini sangat mengkhawatirkan. Antreannya panjang sampai kiloan meter. Pengendara motor tentu merasa takut ketika harus melintas di tengah kendaraan-kendaraan besar,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Warga pun mendesak Satlantas Polres Lebak segera turun tangan. Mereka meminta antrean kendaraan berat ditertibkan sebelum menimbulkan kecelakaan.
“Jangan sampai sudah ada korban baru bertindak. Keselamatan pengguna jalan harus diutamakan,” ucap salah satu warga kepada Media LensaNewsBanten.
Menurut warga, persoalan tersebut bukan sekadar kemacetan. Antrean panjang kendaraan tronton di ruas jalan umum juga dinilai dapat mempersempit ruang gerak pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengguna sepeda motor.
“Setiap malam kami melihat antrean seperti ini. Kami berharap polisi segera mengambil tindakan dan mengatur kendaraan tersebut agar tidak membahayakan masyarakat,” katanya.
Warga meminta Kapolres Lebak melalui Kasatlantas melakukan pengecekan langsung ke lokasi serta mengambil langkah penertiban apabila ditemukan pelanggaran atau kondisi yang mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Warga pun mengingatkan: jangan sampai Jalan Raya Cipanas baru menjadi perhatian setelah ada korban.
(Red)





