PURWAKARTA – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah instansi terkait guna memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor KPH Purwakarta, Sabtu (20/6/2026).
FGD menjadi wadah koordinasi antarinstansi untuk menyusun strategi serta memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat pada musim kemarau.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Purwakarta AKP Toto Herman Permana, Wakil Administratur KPH Purwakarta Mulyana Kurniawan, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Kaliswara Nurdjaman, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta Heryadi Erlan Wibisana Djuhayat, serta perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Administratur KPH Purwakarta, Plt. Deden Yogi Nugraha, melalui Wakil Administratur KPH Purwakarta Mulyana Kurniawan mengatakan, Perhutani telah menyiapkan berbagai langkah preventif untuk menekan risiko terjadinya karhutla. Langkah tersebut antara lain patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta pembangunan pos pemantauan di sejumlah kawasan yang dinilai rawan kebakaran.
“Perhutani terus melakukan upaya pencegahan melalui patroli preemtif dan preventif, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membangun pos pemantauan karhutla. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Mulyana kepada Media LensaNewsBanten.
Sementara itu, perwakilan BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan Wibisana Djuhayat, menilai penyusunan rencana kontingensi melalui FGD sangat penting untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana.
Menurut dia, forum tersebut tidak hanya menjadi sarana bertukar informasi, tetapi juga ruang untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan saat menghadapi situasi darurat.
“Melalui FGD ini, kami berharap terbangun sinergi yang lebih kuat sehingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya karhutla, dapat terus ditingkatkan,” kata Heryadi.
Dalam kesempatan yang sama, Kasat Binmas Polres Purwakarta AKP Toto Herman Permana menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas personel Polisi Kehutanan (Polhut) dalam mendeteksi dan mencegah kerusakan kawasan hutan.
Ia mengatakan, keberhasilan upaya pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada satu institusi, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Polhut memiliki peran penting dalam menjaga kawasan hutan. Mereka harus mampu mendeteksi potensi kerawanan sejak dini, melakukan langkah pencegahan yang tepat, serta berkoordinasi dengan kepolisian agar tindakan antisipatif dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” ujarnya.
Melalui forum diskusi tersebut, Perhutani berharap koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga terkait, dan masyarakat semakin solid sehingga upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Purwakarta dapat berjalan lebih optimal.
Reporter (Sep).





