LEBAK,– Dua wartawan media online mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat hendak melakukan konfirmasi di SMAN 1 Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (4/5/2026).
Kedua wartawan tersebut adalah Hermawan alias Marwan dari xbintangindo.com dan Fal dari Faktualnews.com. Keduanya mengaku mendapat intimidasi hingga diduga sempat ditahan di dalam lingkungan sekolah oleh sejumlah oknum.
Marwan menuturkan, dirinya bersama rekannya datang ke sekolah sekitar pukul 08.30 WIB untuk melakukan konfirmasi terkait penyaluran anggaran pemerintah pusat tahun 2024–2025.
“Kami sudah menyampaikan maksud dengan baik. Pihak sekolah menyampaikan kepala sekolah tidak ada dan meminta kami kembali pukul 11.00 WIB,” ujar Marwan.
Namun, saat kembali sesuai waktu yang diarahkan, situasi disebut berubah. Marwan mengaku disambut dengan sikap yang tidak bersahabat.
“Kepsek tidak ada, terus kamu mau apa? Tutup pintu gerbang, biar tidak bisa ke mana-mana,” kata Marwan menirukan ucapan yang ia dengar dari dalam lingkungan sekolah.
Ia menyebut, setelah gerbang ditutup, sejumlah oknum guru dan staf mengerumuni mereka. Bahkan, kata dia, sempat terjadi tindakan fisik seperti menarik pakaian dan memeriksa barang pribadi.
“Ada yang menarik baju, ada yang mencoba menggeledah. Mereka meminta legalitas kami dengan nada tinggi. Kami sudah menjelaskan dan menunjukkan identitas,” ujarnya.
Menurut Marwan, mereka tidak diperkenankan meninggalkan lokasi selama kurang lebih satu jam, meski telah berulang kali meminta izin untuk pulang.
Fal, wartawan lainnya, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku terkejut dengan sikap yang ditunjukkan oleh pihak sekolah.
“Kami hanya ingin konfirmasi. Tapi justru dimaki-maki, diintimidasi, dan tidak diperbolehkan pulang. Kami memilih diam karena kepala sekolah tidak ada,” kata Fal.
Seorang saksi mata berinisial Rus, yang berada tidak jauh dari lokasi, mengaku melihat langsung peristiwa tersebut. Ia menyebut sempat mendengar teriakan untuk menutup gerbang sekolah.
“Saya lihat ada yang berteriak menutup gerbang, lalu beberapa orang mengerumuni mereka. Ada juga yang menarik pakaian dan memeriksa identitas,” ujar Rus.
Ia menyayangkan kejadian tersebut, terlebih melibatkan tenaga pendidik.
“Sangat disayangkan. Seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 1 Panggarangan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.(Jay/tim).





