LEBAK- Papan informasi proyek menyebut anggaran bersumber dari APBD Provinsi Banten. Artinya, proyek tersebut menggunakan uang publik yang berasal dari APBD.
Karena itu, warga menilai informasi proyek semestinya tidak berhenti pada nama kegiatan dan nilai anggaran. Volume pekerjaan juga penting agar masyarakat bisa ikut mengawasi.
“Harusnya papan informasi proyek mencantumkan panjang pekerjaan, lebar dan kedalamannya. Jadi masyarakat bisa mengetahui apa saja yang dikerjakan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, transparansi menjadi penting karena nilai proyek yang dikerjakan bukan kecil.
“Ini uang masyarakat. Kalau anggarannya Rp4,68 miliar, masyarakat wajar bertanya, pekerjaan fisiknya berapa meter, lebarnya berapa, kedalamannya berapa?” katanya.
Jangan sampai papan proyek hanya jadi pajangan di pinggir jalan.
Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas supaya bisa mengetahui apa yang dibangun dengan uang pajak mereka.
“Papan informasi itu kan bagian dari transparansi pemerintah. Seharusnya volume pekerjaan dicantumkan secara jelas, panjang kali lebar dan kedalamannya. Bukan hanya nilai anggarannya,” tegas warga tersebut.
Kini pertanyaan publik sederhana: dengan duit Rp4,68 miliar, sebenarnya berapa volume pekerjaan yang dikerjakan?
Saat di konfirmasi melalui pesan wsthspp serta via telepon pihak pelaksana proyek Anggi tidak ada reaksi tanggapan terkait volume Tersebut.
Media LensaNewsBanten masih mengejar penjelasan mengenai rincian teknis pekerjaan, volume pekerjaan yang tercantum dalam dokumen proyek, maupun alasan informasi volume tersebut tidak terlihat pada papan proyek.
Hingga berita ini diterbitkan pelaksanaan proyek masih belum memberikan tanggapan terkait volume pekerjaan peroyek tersebut.
(Red)
