LEBAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita yang semestinya membantu pemenuhan gizi anak, justru menuai polemik di wilayah Desa Kadu Agung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
Puluhan ibu-ibu dari Kampung Pasir Ipis dan Kampung Kebon Cau menggelar aksi protes di Dapur SPPG Al Furqon, Pasir Garu, Kamis (9/4/2026). Mereka mempersoalkan kualitas makanan yang dibagikan kepada balita yang dinilai tidak layak konsumsi.
Salah satu warga menyebut, menu yang diterima berupa ikan lele mengeluarkan bau tidak sedap. Bahkan, buah-buahan yang diberikan juga disebut dalam kondisi busuk.
“Aspirasi kami jelas, makanan yang dibagikan ke anak-anak itu tidak layak. Ikan lelenya bau, buahnya juga sudah busuk,” ujar salah seorang ibu penerima manpaat kepada media LensaNewsBanten Minggu (12/4/2026)
Keluhan serupa juga disampaikan Roni, orang tua balita. Ia mengaku khawatir kondisi makanan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan anak-anak.
“Programnya bagus, tapi kalau makanannya seperti itu, jelas tidak layak dikonsumsi balita. Kami takut ini berpengaruh ke kesehatan anak,” tegasnya.
Aksi protes tersebut sontak menjadi perhatian warga sekitar. Mereka menilai telah terjadi kelalaian dalam pengelolaan dapur MBG, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan.
Sementara itu, Kepala SPPG Al Furqon, Yazid, saat dikonfirmasi awak media memberikan jawaban singkat. “Saya capek, Pak,” ucapnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Warga juga menyoroti penggunaan wadah makanan serta dugaan bahan baku yang tidak segar. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
Masyarakat mendesak pemerintah desa, kecamatan hingga dinas terkait di Kabupaten Lebak untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Dapur MBG Al Furqon.
“Hari ini balita yang jadi korban. Jangan sampai ada dampak kesehatan yang lebih serius. Kami minta segera ada tindakan tegas,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media bersama aktivis masih berupaya mengonfirmasi pihak Puskesmas serta dinas terkait guna memastikan pengawasan standar operasional prosedur (SOP) distribusi MBG di Kecamatan Cibadak berjalan sesuai ketentuan.
(Red).





