LEBAK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lebak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Nasional Angkatan I sebagai langkah memperkuat kapasitas petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut digelar di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, pada 14 hingga 17 Mei 2026. Diklat diikuti pengurus TMI dari berbagai daerah, termasuk DPD TMI Kabupaten Lebak dan DPD TMI Kabupaten Tangerang.
Ketua DPD TMI Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional para petani untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.
“Diklat ini merupakan bagian dari konsolidasi nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Ellen kepada awak media, Sabtu (17/5/2026).
Menurut dia, kegiatan pelatihan tidak hanya berfokus pada penguatan ketahanan pangan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing serta produktivitas petani di tengah perkembangan sektor pertanian yang terus berubah.
“Tujuan dari Diklat ini di antaranya untuk meningkatkan daya saing petani dan produktivitas petani,” ujarnya.
Ellen menilai penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian menjadi hal penting agar petani mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika pasar, penerapan teknologi pertanian modern, hingga perubahan sistem pertanian.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum DPN TMI, Don Mozakir, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Sementara itu, Sekretaris DPD TMI Kabupaten Lebak, Agung Purnama, menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan harus didukung oleh petani yang berkualitas dan produktif.
“Ketahanan pangan akan terwujud jika sumber daya manusia atau petaninya memiliki kualitas dan produktivitas yang handal,” kata Agung.
Menurut Agung, keikutsertaan pengurus DPD TMI Lebak dalam Diklat Nasional merupakan bentuk komitmen mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.
“Kami turut serta dalam Diklat ini dengan niatan mendukung program nasional tentang ketahanan pangan serta meningkatkan daya saing dan produktivitas petani,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) TMI di 28 kecamatan se-Kabupaten Lebak untuk tetap optimistis dan aktif mendukung program ketahanan pangan nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
(Red).
