{"id":4581,"date":"2026-09-23T08:48:23","date_gmt":"2026-09-23T08:48:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/?p=4581"},"modified":"2026-09-23T08:48:26","modified_gmt":"2026-09-23T08:48:26","slug":"hari-tani-di-lebak-diperingati-segudang-masalah-petani-malah-terungkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/2026\/09\/23\/hari-tani-di-lebak-diperingati-segudang-masalah-petani-malah-terungkap\/","title":{"rendered":"Hari Tani di Lebak Diperingati, Segudang Masalah Petani Malah Terungkap"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>LEBAK<\/strong> \u2013 Hari Tani Nasional 2026 di Kabupaten Lebak jangan sampai berhenti pada seremoni dan panggung pidato. Di balik peringatan tersebut, petani masih bergelut dengan sederet persoalan klasik: harga hasil panen, pupuk, irigasi, modal, akses pasar hingga konflik agraria.<\/p>\n\n\n\n<p>Sorotan itu mencuat dalam rangkaian Hari Tani Nasional 2026 di Kabupaten Lebak, Rabu (23\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak, Elen, menegaskan petani tidak membutuhkan sekadar janji dan kegiatan seremonial. Yang dibutuhkan adalah kepastian agar jerih payah dari menanam hingga panen benar-benar menghasilkan penghidupan yang layak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPetani boleh capek mencangkul, kepanasan di sawah, tetapi semangat Tani Merdeka Indonesia tidak boleh kendor,\u201d ujar Elen.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, persoalan harga hasil panen masih menjadi momok bagi petani. Biaya produksi terus dikeluarkan, tenaga dan waktu dipertaruhkan, tetapi saat panen tiba, harga belum tentu mampu menutup seluruh pengorbanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPetani tidak membutuhkan terlalu banyak janji. Petani membutuhkan kepastian pupuk, kepastian produksi, kepastian pendampingan, dan yang tidak kalah penting kepastian pasar dan harga,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya harga. Persoalan irigasi, keterbatasan alat dan mesin pertanian, lahan belum produktif, permodalan serta pendampingan juga dinilai masih membutuhkan perhatian serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Elen pun meminta persoalan tersebut tidak hanya dibicarakan di ruang rapat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau ada lahan yang belum produktif, mari kita dorong agar menjadi produktif. Apabila ada irigasi bermasalah, mari kita cari jalan keluarnya. Kalau petani kesulitan modal, mari kita buka akses seluas-luasnya. Kalau hasil panen kesulitan pasar, mari kita bangun jejaringnya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga melontarkan kritik terhadap pola perhatian kepada petani yang berhenti pada kegiatan simbolis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPetani itu bukan cuma disuruh foto di sawah. Petani butuh sawahnya produktif, bisa memanen dan mendapatkan hasil yang&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>layak,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyoroti persoalan yang lebih mendasar: tanah dan konflik agraria.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Don, petani tidak cukup hanya diberi pupuk, benih, pestisida atau traktor jika persoalan akses terhadap lahan masih belum terselesaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPetani ini bukan hanya butuh pupuk, bukan hanya butuh pestisida, benih atau traktor, tetapi juga butuh lahan untuk digarap,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Don meminta jajaran Tani Merdeka di Banten, khususnya Kabupaten Lebak, memetakan berbagai persoalan dan konflik agraria di wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPetakan di mana ada konflik-konflik yang menyangkut tentang agraria. Hari Tani ini bukan hanya memperingati bercocok tanam, tetapi juga masalah tanah dan hak rakyat,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga mengingatkan organisasi petani agar tidak sekadar hadir ketika ada program atau bantuan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOrganisasi ini bukan menunggu bantuan. Kita bekerja membantu pemerintah. Itu tugas kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Don, pendampingan harus menyentuh persoalan nyata yang dihadapi petani, termasuk membantu pengurusan RDKK untuk penebusan pupuk hingga mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan lahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak diperjualbelikan atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MBG Jangan Cuma Jadi Program di Atas Kertas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Don turut menyoroti peluang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjadi pasar bagi hasil pertanian dan peternakan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, program tersebut bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi membuka jalur penyerapan produk petani apabila kebutuhan pangan dapur MBG dipenuhi dari daerah sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cProgram makan siang gratis ini bukan hanya untuk kebutuhan gizi, tetapi juga dapat menyerap hasil panen petani, hasil panen peternak dan hasil perkebunan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, jajaran Tani Merdeka di daerah diminta membangun jaringan antara kelompok tani dengan dapur MBG.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok tani yang selama ini kesulitan mendapatkan pasar, kata Don, perlu dibina agar memiliki kemampuan dan akses untuk memasok kebutuhan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan hanya menjadi acara seremonial. Tolong dibina kelompok tani yang tidak ada jaringan ke MBG. Jadi betul-betul Tani Merdeka ini ada di tengah-tengah petani,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain MBG, Don mendorong lahan yang belum produktif dimanfaatkan untuk komoditas yang memiliki pasar. Singkong, misalnya, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan diolah menjadi produk turunan seperti tepung.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, produksi saja dinilai tidak cukup. Kepastian pasar dan penyerapan menjadi kunci agar petani tidak kembali terjebak pada persoalan klasik ketika musim panen tiba.<\/p>\n\n\n\n<p>Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Lebak turut dihadiri Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, jajaran Tani Merdeka Indonesia, unsur Forkopimda, organisasi masyarakat, petani, pemuda, mahasiswa serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Momentum Hari Tani Nasional tersebut akhirnya kembali membawa satu pekerjaan besar: bagaimana persoalan petani tidak berhenti sebagai bahan pidato tahunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Harga panen, pupuk, irigasi, modal, akses pasar, produktivitas lahan hingga konflik agraria membutuhkan pengawalan nyata dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sebab petani tidak hidup dari seremoni. Petani hidup dari lahan yang produktif, biaya produksi yang terjangkau, pasar yang jelas dan hasil panen yang layak.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>(Red)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LEBAK \u2013 Hari Tani Nasional 2026 di Kabupaten Lebak jangan sampai berhenti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4582,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1256,1257,1003],"newstopic":[],"class_list":["post-4581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-berharap-pemerintah-pusat","tag-berikan-solusi-bagi-petani-di-kabupaten-lebak","tag-dpd-tmi"],"aioseo_notices":[],"views":3,"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4581"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4583,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4581\/revisions\/4583"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4581"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lensanewsbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}